16 Agu 2010

Setelah Putus Pacaran

Karya : Redakasi Studia

STUDIA Edisi 310/Tahun ke-7 (11 September 2006)

Stop Press!! Artikel ini khusus buat mereka yang berpacaran dan pernah punya pacar. Waduh, gimana dong nasib mereka yang hidupnya lurus-lurus aja alias nggak pernah pacaran? Masa? nggak boleh ikutan baca? Hehe... tentu boleh dong. Siapa tahu ada orang-orang di sekeliling kamu yang membutuhkan, padahal kamu masih belum punya pengalaman, kamu tinggal kasihkan artikel STUDIA edisi kali ini. Asyik kan?

Masa pacaran
siapa sih yang nggak panas-dingin bila mengenangnya? Panas-dingin karena teringat indahnya. Tapi bisa juga panas-dingin karena takut dosanya. Yang pasti sih, saya yakin kamu udah pada insaf kalo pacaran tuh cuma ajang menumpuk dosa akibat baku syahwat yang melanggar syariat. Kalo masih belum yakin juga, kamu bisa baca-baca lagi file STUDIA yang lalu-lalu biar ingatanmu fresh lagi.

Nah, udah ingat lagi kan? Kamu yang dulu memutuskan si dia karena takut dosa. Kamu yang memutuskan kekasih karena insaf. Kamu yang tak mau lagi mempunyai ikatan nggak sah. Kamu yang udah nyadar dan nggak pingin mengulangi lagi. Entah kenapa tiba-tiba aja bayangan si dia nongol lagi dalam benakmu.

Tiba-tiba aja nggak sengaja ketemu di angkot. Atau di tempat les bahasa Inggris. Atau bisa juga karena kamu yang lagi beres-beres kamar menemukan satu lembar foto doi dalam pose yang bikin kamu tersepona. Tapak kenangan dirinya ternyata belum hilang sepenuhnya dari benakmu. Duh... gimana menyikapi rasa ini?

Padahal kamu tahu bahwa jalinan cinta itu tak mungkin lagi untuk diulang. Ia hanya penggalan masa lalu yang kudu dikubur dalam-dalam. Terus, gimana dong?

Ketika si dia hadir kembali
Setelah beberapa saat mampu melupakan bayangan dirinya, tak disangka tak diduga tiba-tiba si dia hadir lagi dalam kehidupanmu. Kehadirannya pun mampu menghadirkan suasana haru-biru yang dulu pernah singgah di hatimu. Meski kalian sudah tak ada lagi ikatan, kenangan lama itu begitu indah untuk dilewatkan begitu saja. Bagaimana pun, kamu masih menyimpan direktori memori itu dalam salah satu sudut hati. Ehem...

Tenang aja, yang namanya perasaan itu bersifat ghoib kok, nggak terlihat. Karena nggak terlihat maka tak bisa pula dikenai hukum. Tapi meskipun bebas dari hukum, bukan berarti kamu bisa bebas juga membiarkannya tanpa batas. Catet ye!

Bukanlah ada Yang Maha Mengetahui baik yang ghoib dan yang nyata? Ya, meski tak ada satu pun teman yang memergoki, tapi kamu pantas malu dong sama Dia. Ia Yang Maha Memantau kondisi hatimu. Lagi pula, kalo yang namanya rasa, meski nggak terlihat tapi ia akan membekas pada perbuatan. Jadi, bisa aja kamu tanpa sadar menyebut namanya. Atau setengah pingsan berusaha lewat depan kelasnya hanya demi bisa melihat sosoknya meski sekilas. Duh... sampe sebegitunya ternyata kalo perasaan dimanjakan.

Padahal sedari awal ketika kamu mengambil keputusan untuk mem-PHK dia, kamu sudah sadar sesadar-sadarnya bahwa pacaran adalah salah satu jalan syaitan untuk mengajak maksiat. Karena kamu nggak mau jadi teman syaitan, maka kamu pun nggak mau lagi pacaran. So, sebetulnya kamu itu udah paham kok bagaimana menyikapi pacaran. Cuma yang kamu agak nggak paham adalah menyikapi kenangan yang kadangkala timbul tenggelam kayak tanpa dosa, gitu.

Apalagi biasanya mereka yang sebelumnya menjadi aktivis pacaran, biasanya rentan banget untuk diajak balik oleh sang mantan. Memang sih nggak semua, cuma jaga-jaga aja kalo ternyata kamu ternyata adalah tipe yang lemah ini. Waspadalah!

Hati-hati musang berbulu domba
Jangan terjebak dengan bujuk rayu dunia. Entah sang mantan ngajak balik, or ada ikhwan berbulu domba yang ngajakin kamu pacaran dengan bingkai Islam. Mulutnya manisnya ngajak ta'aruf tapi aktivitasnya nggak beda jauh dengan pacaran. Eh, ternyata karena si ceweknya lemah iman (tentu cowoknya juga dong), mau aja ia nginap berhari-hari di rumah si ikhwan tanpa hajat alias keperluan syar'i yang jelas, misalnya.

Meskipun sudah jadi calon suami dan bawa teman sekampung, kamu masih belum boleh tuh nginap di rumahnya. Apalagi pake acara pelesir ke tempat-tempat rekerasi. Duh duh... di mana pemahaman kamu tentang hukum syara? selama ini? Or jangan-jangan kamu bolos ya waktu pembahasan topik pergaulan dalam Islam? Atau.. memang nggak paham?

Kamu kudu hati-hati, saat ini banyak ikhwan jadi-jadian kayak gini. So, biar kamu nggak terjerumus lagi, niatkan hijrahmu ini karena Allah saja, bukan yang lain. Lalu berkumpullah dengan orang-orang sholeh dalam hal ini akhwat-akhwat sholihah yang menjaga diri dan pergaulan. Dengan berkumpul bersama mereka, akan ada orang yang akan menjaga dan menasihati kamu bila akan salah langkah.

Kalo sudah sampe pada tataran ini, kamu kudu introspeksi. Apa yang salah pada dirimu? Kenapa bayangan doi masih menari-nari? Kenapa kenangan itu sulit dihapus dari hati?

Pertama, mungkin saja kamu lagi krisis hati yang bermula dari kekurangdekatan kamu pada Yang Maha Membolak-balik hati. Kamu masih punya sekian banyak waktu luang sehingga terbuka peluang untuk bengong. Padahal yang namanya syaitan itu paling demen masuk pada momen ini. Panjang angan-angan dengan banyak melamun.

Kedua, ganti kacamata yang kamu pake. Si mantan boleh jadi adalah seseorang yang terlihat begitu perfect di matamu. Udah cakep, tajir, ramah, baik hati, suka menolong, rajin menabung, patuh pada orang tua, rajin sholat lagi. Bagi yang belum paham hukum pacaran, cowok tipe ini adalah all girls ever want.

Jadi bisa aja kamu begitu dengan berdarah-darah saat memutuskannya. Hehehe..biar hiperbolis gitu kedengarannya. Maksudnya, kamu sebetulnya masih sayang sama dia dan nggak ingin pisah darinya. Tapi kesadaranmu terhadap keterikatan pada hukum Allah Swt., bahwa pacaran adalah aktivitas mendekati zina, jauh lebih kamu pilih daripada kelembutan si dia.

Ketiga, bisa jadi kamu ternyata nggak begitu paham konsep jodoh. Kamu mati-matian masih berat sama dirinya meski udah putus. Ada terbersit rasa takut dalam dirimu gimana kalo ternyata si mantan nikah sama cewek lain.

Itu artinya, kamu belum benar-benar putus dan mengikhlaskan dirinya pergi. Jadinya, kamu masih ada harap-harap si dia akan datang dan ngajakin kamu merit. Padahal harapan itu jauh panggang daripada api alias sulit terwujud. Lha wong ternyata pacarmu saat ini malah asyik berlumur maksiat dengan punya cewek baru setelah kamu putus.

Iman adakalanya bertambah dan berkurang. Ketika imanmu sedang tinggi-tingginya, kamu begitu pasrah dan ikhlas melepaskannya. Tapi ketika iman sedang down, kamu merasa begitu sayang dan ingin kembali padanya. Itu sebabnya ada resep sederhana: iman bertambah jika taat kepada aturan Islam, iman berkurang tentu jika kita maksiat kepada Allah dan RasulNya. Pilih mana ayo? Orang cerdas, pilih taat syariatNya dong ya. Betul ndak?

Yakinlah pada takdirNya

Yakin pada qadha alias keputusan Allah yang ditetapkan atas diri kita, adalah kuncinya. Selama kita telah berjalan pada rambu-rambu syariatNya, maka selebihnya bertawakallah. Allah hendak menguji imanmu, apakah kamu lebih mencintai sang mantan pacar ataukah taat pada aturanNya? Kamu nggak bisa dong mengaku-aku beriman padahal belum jelas siapa saja yang bakal sanggup melewati pintu-pintu ujian itu. So. ati-ati deh.

Ada sebuah peristiwa, sepasang remaja yang saling mencinta harus rela memutuskan ikatan tanpa status yang mereka punya alias pacaran. Kedua pasang remaja ini adalah pasangan idola di masa SMA. Beberapa tahun kemudian, yang akhwat alias remaja putri tadi memutuskan untuk menerima khitbahan seorang ikhwan. Entah dengan alasan apa, ia memutuskan tidak mau melihat siapa calon suaminya hingga akad tiba. Ia hanya percaya saja pada pembina ngajinya tentang kualitas nih ikhwan. Sumpah!

Dan tepat ketika akad nikah tiba, saat ia harus mencium tangan suaminya, ia mendongak dan jatuh pingsan. Apakah suaminya bewajah seperti beast hingga ia shock? Ternyata sebaliknya. Suami yang kini telah sah menjadi pasangan jiwanya adalah seseorang yang begitu dalam terpatri di lubuk hatinya. Kekasih yang diputuskannya karena Allah dan saat ini Allah pula yang menyatukan sang kekasih dengan dirinya lagi.

Tapi kamu jangan buru-buru gembira dulu. Wah, asyik, aku putusin aja sang pacar sekarang. Beberapa tahun lagi ia pasti akan datang meminang dan menikahiku. Waduh, kalo gitu caranya, kamu taat syariat tapi dengan pamrih tuh. Namanya nggak ikhlas, Non. Padahal sebuah amal nggak bakal diterima bila bukan semata-mata hanya mengharap ridhoNya saja. Jadi, pamrih yang dibolehkan cuma ridho Allah, lain tidak.

Karena ada juga sebuah kisah lain yang tidak sama dengan yang di atas. Nih akhwat cakep banget dan di masa jahiliyah sebelum paham Islam dengan baik dan benar, pacar-pacarnya selalu cakep dan kaya. Setelah ngaji, ia pun memPHK pacarnya dan tak mau lagi berhubungan dengan mereka.

Dua tahun mengaji, ada ikhwan datang meminangnya. Kondisi ikhwan ini sangat jauh dari tipe laki-laki yang pernah menjadi pacar-pacarnya. Secara fisik, nih ikhwan lebih pendek dari si gadis. Apalagi kakinya juga cacat sebelah. Secara harta, ia pun masih awal dalam pekerjaannya. Tapi apa yang dilakukan oleh si gadis? Ia menerima ikhwan ini karena satu hal, kesholehannya.

Kemungkinan ini sangat bisa terjadi. Mungkin secara fisik dan harta, jodohmu tak seindah yang pernah menjadi pacar-pacarmu. Tapi satu hal, bila kesholihan seseorang yang kamu jadikan patokan, maka insya Allah akan barokah dunia akhirat. Dan yang utama, niat atau motivasi kamu dalam beramal sangat menentukan kualitas dirimu ke depan.
 
Aku baik-baik saja
Yakinkan dirimu dengan prinsip: "Aku akan baik-baik saja "(meski tanpa si doi). Jangan terlalu memanjakan perasaan. Kenangan itu hadir kalo kamu emang berusaha menghadirkannya. Emang sih, kenangan itu nggak mungkin bisa terhapus dari memori hatimu. Bahkan, ia merupakan bagian dari proses pendewasaan kamu untuk melangkah ke masa depan. Tapi, itu bukan alasan untuk kemudian berlarut-larut dalam kenangan yang tak berkesudahan. Sebaliknya, tanamkan dalam diri bahwa kamu akan menjadi seseorang yang lebih baik dengan menanggalkan masa lalu yang berlumur dosa akibat menjadi aktivis pacaran.

Jangan mengulang kesalahan yang sama ketika kamu sudah meng-azzam-kan diri alias bertekad untuk berubah. Kalo ternyata sikap dan kelakuan kamu masih sama, bukan nama kamu saja yang bakal jelek. Tapi citra muslimah berjilbab dan anak ngaji pun akan tercoreng. Ibarat susu sebelanga, jangan sampai kamu menjadi nila setitik itu.

Pancangkan tekad kuat bahwa kamu nggak akan pernah tergoda lagi untuk ngulangin pacaran. Kamu nggak akan terbuai oleh embel-embel Islam padahal sejatinya adalah maksiat. Dan supaya nggak terjatuh ke lubang yang sama, kamu kudu rajin mencari ilmu tentang batasan pergaulan dalam Islam. Jangan menjadi anak ngaji hanya karena pingin dapat jodoh dari sana. Sesungguhnya setiap amalan dinilai Allah berawal dari niatnya.

Yakinlah kamu akan baik-baik saja kok meski tanpa sang mantan or si ikhwan jadi-jadian. Jodohmu sudah tertulis sejak mula ruhmu ditiupkan. Bahkan Allah telah menjanjikan bahwa laki-laki yang baik untuk perempuan yang baik dan perempuan yang baik juga untuk laki-laki yang baik. Begitu sebaliknya (coba deh kamu buka al-Quran surat an-Nuur ayat 26).

Kamu nggak usah resah dan gelisah masalah jodoh. Toh kita hidup bukan cuma ngurusi masalah satu ini kan? Selama kamu maksimal beikhtiyar dengan jalan yang baik dan benar, jodoh yang datang nanti juga nggak jauh dari kualitasmu. Yakin aja.[ria: riafariana@yahoo.com]
link: http://dudung.net/index.php?naon=depan&action=detail&id=897&cat=4
http://buletinstudia.multiply.com/journal/item/55

--
Buletin Remaja Studia terbit setiap Senin sejak Januari 2000, "Gaul, Syar'i, dan Mabda'i" Penerbit: Studia Publication. HP 0812-8841181. Website: http://www.dudung.net dan buletinstudia.multiply.com, e-mail: redaksi.studia@dudung.net dan studia@gmx.net Mailing List: buletin-studia@yahoogroups.com.

11 Agu 2010

Membolehkan Pacaran? Sebuah Pendekatan Positif

Karya : Ustadzcinta_manajemen

1. Silahkan pacaran asal jangan ketahuan Tuhan Ya
silahkan si remaja pacaran asal tidak ketahuan Tuhan. Mau di dalam gua, di tengah hutan, di puncak gunung yang sepi, di kuburan tengah malam, terserah. Pokoknya tempat yang tidak Tuhan ketahui.

2. Silahkan pacaran asal jangan asyik berdua
Silahkan pacaran saja tapi jangan pernah berduaan. Ajaklah adik, kakak, orang tua, om, tante, kakek, nenek, tetangga, pokoknya rame-rame. Jika cuma ingin berdua, lebih baik di rumah saja bersama mama dan papa.

Setelah menguraikan dua syarat ini, mungkin remaja akan mengeluh, "Ye... sama aja bohong."

Memang. Dua syarat di atas hanyalah taktik. Sebuah pendekatan yang lebih bersahabat. Pesan yang ingin disampaikan juga larangan, tapi disampaikan lebih manis. Si remaja akan tersenyum setelah mendengar nasehat ini. Bandingkan jika belum apa-apa si remaja sudah dilarang, dihakimi, dimarahi. Ia akan memasang jarak dan enggan curhat lagi dengan orang yang melarang.

Mungkin pendekatan positif masih terasa asing bagi kita. Sejak kecil kita terbiasa dididik dengan pendekatan negatif:

"Jangan nakal! Nanti ditangkap polisi."
"Kalau bandel nggak akan mama kasih uang Jajan."
"Shalat yang bener! Kalau nggak, kamu bisa masuk neraka!"

Padahal kita bisa menasehati dengan bijak. Memilih kata dan kalimat yang tepat, disampaikan dengan penuh kelembutan.

"Jadi anak manis, ya. Supaya Mama dan Papa tambah sayang sama kamu"
"Ayo yang rajin. Nanti uang jajannya dikasih lebih"
"Shalat ya, Sayang. Biar kita sama-sama masuk surga."

Pendekatan positif. Memang masih asing. Tapi jika hasilnya lebih baik, kenapa kita tak mencobanya. Selamat mencoba! (Koko Nata)

10 Agu 2010

Marhaban Ya Ramadhan


Marhaban Ya Ramadhan...
 
Selamat datang bulan suci yang penuh berkah. Sungguh ku bersyukur padamu ya Allah yang masih memberiku waktu untuk dapat berjumpa kembali dengan bulan yang mulia ini. Mudah-mudahan di bulan yang penuh ampunan ini aku bisa lebih mendekatkan diri kepadaMu dan lebih bertaqwa, sehingga menjadikanku lebih mampu dalam melaksanakan perintahMu dan lebih kuat dalam menjauhi laranganMu, amin amin ya robbal alamin..

Marhaban Ya Ramadhan..
Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

8 Agu 2010

Pacaran Islami, Ngapusi !!!


tentang-pernikahan.com - Muda-mudi. Belia, energik, tapi sayang miskin ilmu (kamu nggak to ?, semoga enggak ya. Amin). Cuma nafsu dan emosi yang dipakai. Akhirnya, ‘yang-yangan’ (pacaran). Ada yang masih punya iman, trus mbikin istilah Pacaran Islami. Trus gimana tuh? Apa mulai pacarannya pake’ Bismillah & khutbatul hajah, di balik tabir, trus ditutup pake’ tahmid dan do’a kafaratul majlis? Gitu? Lucu ya … Hmmm… bener nggak sih? Mari kita simak bersama faktanya. Ada Dusta, Ada Fakta.

Hukum Pacaran dalam Islam

Pertanyaan: Apakah menurut Islam pacaran dibolehkan? Tolong dijawab.

Jawaban: Pacaran dilarang dan diharamkan dalam Islam. Cukuplah firman-firman Allah berikut ini yang menunjukkan akan keharamannya:

1. “Dan janganlah kalian mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi.” [Al-An’aam:151]

2. “Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Israa`:32]

3. “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:30]

4. “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya.” [An-Nuur:31]

Pacaran mengantarkan kepada perzinaan dan perbuatan keji lainnya. Perhatikanlah wahai orang-orang yang berakal! Wallahu A’lam.

Sumber: Buletin Al-Wala’ Wal-Bara’ edisi ke-33 Tahun ke-3 / 22 Juli 2005 M / 15 Jumadits Tsani 1426 H

Pacaran Boleh Ngga Ya ?

Karya : Ust. Iman Sulaiman, Lc
Pertanyaan :

Assalamu'alaikum

Saya seorang mahasiswi berusia 19th. Menurut satu sumber yang saya baca, Islam memprbolehkan 'pacaran' sejauh ingin mengenal pasangannya saja,benarkah?? krn begitulah keadaan saya skrg..sdgkan tmn saya mengatakan islam mengharamkan pacaran,dlm bntuk apapun, saya jd bingung sedangkan untuk menikah saya rasa saya belum siap, begitu jg dengan pacar saya (setahun lbh tua dari saya). Mohon saran dan solusinya. terimakasih.

Wassalamu'alaikum wr. wb.

Dita



Jawaban:

Assalamu `alaikum Wr. Wb.

Al-Hamdulillahi Rabbil `Alamin, Washshalatu Wassalamu `Alaa Sayyidil Mursalin, Wa `Alaa `Aalihi Waashabihi Ajma`in, Wa Ba`d

Selama ini kita menganggap bahwa pacaran itu adalah metode untuk melakukan pendekatan untuk mengenal lebih dekat. Namun kenyataannya tujuan itu janrang yang tercapai. Karena umumnya alih-alih melakukan pendekatan, yang terjadi justru melakukan sekian banyak bentuk kemaksiatan.

Buktinya, berapa banyak pasangan muda yang sebelum menikah sempat pacaran bertahun-tahun, bahkan ada yang sampai 5 - 10 tahun, sayangnya begitu mereka menikah langsung cerai dan hancur berantakan rumah tangganya. Belum lagi meningkatnya kasus hamil di luar nikah oleh pasangan sendiri dan juga perilaku seks bebas di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Istilah pacaran itu sendiri sudah merupakan kelaziman di tengah masyarakat dimana pasangan tidak sah melakukan serangkaian aktifitas bersama. Dan realitas di tengah masyarakat sudah mengenal persis aktifitas pacaran itu yang identik dengan apel malam minggu (namanya apel sudah pasti berduaan, karena kalau rame-rame namanya rombongan), juga nonton ke bioskop berdua, berboncengan sepeda motor, jalan-jalan berduaan, makan di restoran berduaan, tukar menukar SMS, saling bertelepon siang dan malam dan semua aktifitas lain yang mengasyikkan. Intinya adalah kebersamaan dan berduaan. Hampir sulit dikatakan pacaran bila semua itu dilakukan bersama-sama dalam kelompok besar.

Bahkan hakikat pacaran adalah pada keberduaannya itu. Inilah pacaran yang dikenal masyarakat dan bukan yang tertulis dalam kamus. Jadi dengan pengertian yang lazim dikenal masyarakat sekarang ini tentang pacaran, maka tidak bisa lain semua itu adalah khalwat yang diharamkan.

Islam sudah memperingatkan laki-laki dan wanita yang bukan mahram untuk tidak menyepi berduaan karena yang ketiganya adalah setan.

Rasulullah SAW bersabda,

"Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan." (Riwayat Ahmad)
"Jangan sekali-kali salah seorang di antara kamu menyendiri dengan seorang perempuan, kecuali bersama mahramnya."
Imam Qurthubi dalam menafsirkan firman Allah yang berkenaan dengan isteri-isteri Nabi, yaitu yang tersebut dalam surah al-Ahzab ayat 53, yang artinya:

"Apabila kamu minta sesuatu (makanan) kepada mereka (isteri-isteri Nabi), maka mintalah dari balik tabir. Karena yang demikian itu lebih dapat membersihkan hati-hati kamu dan hati-hati mereka itu," mengatakan: maksudnya perasaan-perasaan yang timbul dari orang laki-laki terhadap orang perempuan, dan perasaan-perasaan perempuan terhadap laki-laki. Yakni cara seperti itu lebih ampuh untuk meniadakan perasaan-perasaan bimbang dan lebih dapat menjauhkan dari tuduhan yang bukan-bukan dan lebih positif untuk melindungi keluarga.

Ini berarti, bahwa manusia tidak boleh percaya pada diri sendiri dalam hubungannya dengan masalah bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak halal baginya. Oleh karena itu menjauhi hal tersebut akan lebih baik dan lebih dapat melindungi serta lebih sempurna penjagaannya.

Istilah pacaran sebenarnya tidak ada batasan bakunya, namun umumnya yang namanya pacaran itu -apalagi di zaman permisif dan hedonis sekarang ini- tidak lain adalah hubungan lain jenis non mahram dengan segala aktifitas maksiatnya dari khalwat, zina mata, zina telinga dan sampai zina kemaluan.

Bahkan beberapa penelitian di berbagai tempat seperti di Yogyakarta beberapa waktu lalu menyebutkan bahwa sebagian besar pasangan pacaran itu memang telah melakukan hubungan tidak senonoh mulai dari bercumbu, berpelukan, berciuman sampai persetubuhan. Parahnya, semua itu umumnya dilakukan oleh para mahasiswa yang nota bene terpelajar dan calon pemimpin bangsa.

Jadi hampir bisa dikatakan bahwa pacaran itu tidak lain adalah zina atau minimal mendekati wilayah zina yang memang haram dan dilarang oleh semua agama.

Lalu bagaimana seorang laki-laki bisa mengenal calon pasangan hidupnya kalau bukan dengan cara pacaran ?

Islam sesungguhnya sejak awal sudah memperkenalkan istilah ta'aruf sebagai sarana yang objektif dalam melakukan pengenalan dan pendekatan. Ta'aruf sangat berbeda dengan pacaran. Ta`aruf adalah sesuatu yang syar`i dan memang diperintahkan oleh Rasulullah SAW bagi pasangan yang ingin nikah. Perbedaan hakiki antara pacaran dengan ta'aruf adalah dari segi tujuan dan manfaat.

Tujuan pacaran lebih kepada kenikmatan sesaat, zina dan maksiat. Sedang ta'aruf jelas sekali tujuannya yaitu untuk mengetahui kriteria calon pasangan.

Dalam pacaran, mengenal dan mengetahui hal-hal tertentu calon pasangan dilakukan dengan cara yang sama sekali tidak memenuhi kriteria sebuah pengenalan. Ibarat seorang yang ingin membeli mobil second tapi tidak melakukan pemeriksaan, dia cuma memegang atau mengelus mobil itu tanpa pernah tahu kondisi mesinnya. Bahkan dia tidak menyalakan mesin atau membuka kap mesinnya. Bagaimana mungkin dia bisa tahu kelemahan dan kelebihan mobil itu.

Sedangkan taaruf adalah seperti seorang montir mobil ahli yang memeriksa mesin, sistem kemudi, sistem rem, sistem lampu dan elektrik, roda dan sebagainya. Bila ternyata cocok, maka barulah dia melakukan tawar menawar.

Ketika melakukan ta'aruf, seseorang baik pihak laki atau wanita berhak untuk bertanya yang mendetail, seperti tentang penyakit, kebiasaan buruk dan baik,
sifat dan lainnya. Kedua belah pihak harus jujur dalam menyampaikannya. Karena bila tidak jujur, bisa berakibat fatal nantinya.

Namun secara teknis, untuk melakukan pengecekan, calon pembeli tidak pernah boleh untuk membawa pergi mobil itu sendiri. Silahkan periksa dengan baik dan kalau tertarik, mari bicara harga.

Dalam upaya ta'aruf dengan calon pasangan, pihak laki dan wanita dipersilahkan menanyakan apa saja yang kira-kira terkait dengan kepentingan masing-masing nanti selama mengarungi kehidupan. Tapi tentu saja semua itu harus dilakukan dengan adab dan etikanya. Tidak boleh dilakukan cuma beruda saja. Harus ada yang mendampingi dan yang utama adalah wali atau keluarganya. Jadi ta`aruf bukanlah bermesraan berdua, tapi lebih kepada pembicaraan yang bersifat realistis untuk mempersiapkan sebuah perjalanan panjang berdua.

Disinilah letak perbedaan antara pacaran dengan taaruf. Pacaran adalah jalan-jalan asyik berdua, jajan, nonton, bermesraan dan bercumbu. Sama sekali tidak ada porsi tentang persiapan real untuk hidup. Bahkan pacaran cenderung bohong dan menipu, karena umumnya masing-masing pihak ingin tampil 'wah' di depan pasangannya. Bedak, gincu, parfum, pakaian bagus, mobil dan segala asesoris lainnya adalah sesuatu yang harus ditonjolkan. Semua sangat jauh dari kehidupan real nanti dalam keluarga.

Padahal setelah menikah, justru semua itu akan ditinggalkan dan masing-masing baru akan tampil dengan wajah dan kelakuan aslinya. Padahal dahulu hal-hal seperti itu tidak pernah dibahas dalam masa pacaran, karena semua waktunya tersita untuk jatuh cinta.

Taaruf adalah media syar`i yang dapat digunakan untuk melakukan pengenalan terhadap calon pasangan. Sisi yang dijadikan pengenalan tidak hanya terkait dengan data global, melainkan juga termasuk hal-hal kecil yang menurut masing-masing pihak cukup penting.

Misalnya masalah kecantikan calon istri, dibolehkan untuk melihat langsung wajahnya dengan cara yang seksama, bukan cuma sekedar curi-curi pandang atau ngintip fotonya. Justru Islam telah memerintahkan seorang calon suami untuk mendatangi calon istrinya secara langsung face to face, bukan melalui media foto, lukisan atau video.

Karena pada hakikatnya wajah seorang wanita itu bukan aurat, jadi tidak ada salahnya untuk dilihat. Dan khusus dalam kasus ta`aruf, yang namanya melihat wajah itu bukan cuma melirik-melirik sekilas, tapi kalau perlu dipelototi dengan seksama. Periksalah apakah ada jerawat numpang tumbuh disana. Begitu juga dia boleh meminta diperlihatkan kedua tapak tangan calon istrinya. Juga bukan melihat sekilas, tapi melihat dengan seksama. Karena tapak tangan wanita pun bukan termasuk aurat.

Lalu bagaimana dengan keharusan ghadhdhul bashar ? Bab ghadhdhul bashar tempatnya bukan saat ta`aruf, karena pada saat ta`aruf, secara khusus Rasulullah SAW memang memerintahkan untuk melihat dengan seksama dan teliti. Kalau sekali melihat ternyata belum yakin, boleh melihat lagi dan lagi hingga betul-betul kuat motivasi untuk menikahinya.

Selain urusan melihat fisik, taaruf juga harus menghasilkan data yang berkaitan dengan sikap, perilaku, pengalaman, cara kehidupan dan lain-lainnya. Hanya semua itu harus dilakukan dengan cara yang benar dan dalam koridor syari`ah Islam. Minimal harus ditemani orang lain baik dari keluarga calon istri atau dari calon suami. Sehingga tidak dibenarkan untuk pergi jalan-jalan berdua, nonton, boncengan, kencan, ngedate dan seterusnya dengan menggunakan alasan ta`aruf. Janganlah ta`aruf menjadi pacaran. Sehingga tidak terjadi khalwat dan ikhtilath antara pasangan yang belum jadi suami istri ini.

Khusus berkaitan dengan foto wjah seseorang, sebenarnya bukan media yang 100 % bisa dipercaya, apalagi bila foto itu cuma ukuran 2x3 hitam putih. Sama sekali tidak memberi gambaran apa-apa. Begitu juga dengan CV yang ditulis di atas kertas selembar yang isinya cuma nama, alamat, hobi dan warna kesukaan. Jelas bukan informasi untuk ta`aruf pada sebuah pernikahan. Kalau cuma pas poto dan selembar kertas bio data, fungsinya buat bikin KTP atau untuk jadi sahabat pena di majalah anak-anak. Dus, itu bukan sarana yang tepat untuk sebuah ta`aruf.

---------
tambahan saya: "pertukaran CV atau biodata+foto yang lengkap dan jujur dilakukan hanya pada proses awal ta'aruf sebelum masing-masing calon bertemu. Untukmenjaga perasaa n masing2. Tentunya diiringi pula salat istikhoroh berdoa mohon petunjuk 4JJI." Begitu kata ustadz & kata yang sudah pernah.
---------

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,

Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh.

Pusat Konsultasi Syariah

Diasuh oleh SyariahOnline.com dan Ust. Iman Sulaiman, Lc.

Sumber : www.eramuslim.com

25 Jun 2010

GOKILnya makan malam. Bag 3



Sambungan dari GOKILnya makan malam. Bag 2

wuahahahahaha, si Yoyo mulai masuk perangkap! hahahaha. Perangkap terus dipasang!
imron : beneran loh yo ?!
yoyo : iya iya iya, di dompetku ada uang 20rb, klo ntar ketemu, uangnya buat kalian! makanya bantuin nyari !!
sabiqun : kalo gini kan jadi semangat, hahaha
iqbal : oke, ayo mulai nyari !!
teman-teman : ayooo!!

Lanjut ke proses selanjutnya. Yoyo kembali mencari dompetnya dengan menyusuri jalanan yg tadi telah dilalui. Imron menemani Yoyo ke tempat mi ayam untuk mencari dompetnya disana. Saya dan Satria membantu menyisir jalanan. Teman-teman yg lain tinggal di tempat es doger menunggu hasil kerja Saya, Satria, dan Imron.

Agak jauh jarak antara saya dan Yoyo. Begitu Yoyo dan Imron terlihat akan sampai di tempat mi ayam, saya sengaja melempar dompetnya Yoyo ke jalanan dan pura-pura menemukannya. Kemudian saya panggil si Yoyo.

saya : Yo !!!!
yoyo : ketemu Lik ????
saya : ini bukan dompetmu??? yg ada uangnya 40rb ??
yoyo : oh iya itu bener. thank you Lik!!!!
satria dan imron : asik makan-makan...40 ribu.... hahaha
saya : janganlah, kasian..., gratisin es dogernya aja, ga usah makan-makan. lagian kan tadi abis makan mi ayam?
satria dan imron : ya gapapa, yg penting ditraktir!!!! uyeaaaaaaah !

Bgitu sampai di tempat es doger, kami disambut dengan teriakan dari teman-teman yg ada disitu.

teman2 : ketemu Yo ??
yoyo : alhamdulillah ketemu
teman2 : sapa yg nemuin? dimana ketemunya?? bla bla bla bla......
yoyo : bla bla bla.... (menjelaskan)
kami : asiiik, jadi dong di gratisin??
yoyo : iya iya, oke oke... (Yoyo langsung nraktir kita es dogernya!)

hahahaha jebakan bener-bener berhasil. Yoyo 100% masuk jebakan! Misi sukses!! huauahaha. Yoyo masih belum sadar juga kalo sebenernya dia lagi kita kerjain. Tukang es udah senyum-senyum gitu paadahal, mungkin Yoyo mulai merasakan keanehan tapi ia terlalu seneng dompetnya ditemukan! hahaha

imron : pendakiannya ga jadi batal kan??? selamat yah!
saya : eh ini ikhlas kan nraktirnya?? tanpa ada unsur paksaan kan??
yoyo : iyalah iikhlas ikhlas.
kami : horeee!!! (langsung menyalami Yoyo, mengucakan terimakasih)
yoyo : dah yuk pulang!
sabiqun : mau pulang??
teguh : padahal Imron mau cerita lho!! hahaha
iqbal : yaudah lah ceritanya ntar aja. jangan disini, terlalu berbahaya! masih ada bakul es dogernya! hahaha ntar disuruh bayar sendiri-sendiri lagi, wkwkwwkwk
yoyo : eh??? maksudnya?????
kami : udah ayo pulang! dengerin ceritanya ntar aja, hahahahahaah

Kemudian kami pulang. Karena rumah saya dan Satria berbeda arah dengan rumah teman2 yg lain, saya dan Satria tak ikut menceritkan peristiwa yg sesungguhnya. Jadi saya ga tau reaksi Yoyo setelah mengetahui kenyataan bahwa ternyata dia habis dikerjain! hahaha

Spesial buat Yoyo :
Maaf ya Yo, maaf maaf maaf maaf maaf maaf..........
Makasih ya Yo, makasih makasih makasih makasih.........
maaf karena kamu rela jadi korban kejailan kami, terimakasih karena es gratisnya !
Jangan marah ya...
Ngomong2 masih ikhlas ga nih traktiran es dogernya? hahaha
Inget, lain kali jangan pernah naroh dompet sembarangan lagi ya!! Untung klo temen deketmu sendiri yg nyelametin (paling resikonya di jailin) klo orang lain yg panjang tangan yg ngambil?? Repot kan jadinya??? Tetaplah hati-hati dan waspada!

Untuk semuanya termasuk saya sendiri :
kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tetapi juga karena ada kesempatan!
WASPADALAHHH....  WASPADALAHH......  hahaahah

24 Jun 2010

GOKILnya makan malam. Bag 2


Sambungan dari GOKILnya makan malam. Bag 1

Sesampainya di "bakul" es doger kami langsung memesan 7 gelas es. Yoyo ngecek uang di dompetnya, tapi sesaat kemudian terlihat kebingungan karena merasa dompetnya hilang.
saya : kenapa km yo?
yoyo : dompetku ga ada!
saya : hah?? ketinggalan di tempat mi ayam kali??? cepet balik, cari dompetnya keburu ilang!! (dalam hati gw ketawa ngakak, hahahaha)
yoyo : iya kali ya?? aku balik dulu lah, nyari dompet
saya : make sepedanya Satria noh biar cepet!
yoyo : ya ! (langsung ambil sepeda terus ngacirrr nyari dompet)

Waktu Yoyo udah jauh dan ga keliatan lagi, saya langsung ketawa-ketawa sambil ngeluarin dompet yg tadi udah saya "curi" / "selamatkan". Curi apa selamatkan nih yg lebih tepat?? Ah bodo amat lah, dua-duanya sama aja! hahaha. Teman-teman yg lain sedikit bingung, tapi lama-lama mereka ikutan ketawa. Malah mereka jadi ikutan njailin teman kita yg "pithuk", si Yoyo! wkwkwk

Beberapa menit kemudian Yoyo kembali dengan wajah kebingungan. Es juga dah jadi, pas banget, melancarkan aksi jail ditemani es doger segaaar...
saya : ketemu ga Yo??
yoyo : ga ada, ga ketemu.
saya: wah gawat yo, masa dah ilang??? diambil bapak bapaak yg disampiingmu kali? dah nanya belum?
yoyo : udah, tapi dia bilang ga tau.
teguh : isi dompetmu apa aja?
yoyo : untung isinya dikit, duitnya dikit.
teguh : cuman duit doang?
yoyo : ehm., eh ada STNK-nya!!!! gaswaaaat !!!!
teman-teman : kawuuusss! hahahaah makanya ati-ati naroh dompet! tadi ditaroh dimana dompetnya?
yoyo : lupa tadi.
teman-teman : ???? 
yoyo : haduh gawat ini, klo STNK-nya ilang aku ga boleh make motor lagi ! Bisa-bisa ga jadi ikut pendakian nih!!

Ngeliat penderiataan Yoyo teman-teman bukan bbersimpati tapi malah ketawa-ketiwi. Yoyo malah jadi bahan olok-olok untuk sesaat, hahahaha. Kasian juga ngeliat Yoyo mulai keringetan, hhaahah

saya : udah-udah kasian Yoyo, bantuin nyari yuk!
teman-teman : ya emoh kalo ga dikasih apa-apa!
teguh : mendingan km sumpah dulu Yo! klo yg nemuin dompetmu cowo, nanti km jadiin pacarmu, tapi kalo yg nemuin dompetmu cewe nanti kamu anggep sodara! gmana????
satria : ga kebalik tuh??
teguh : kebalik yah??? hahahah
saya : mau dibantuin nyari ga yo??
yoyo : iya iya, ntar klo dompetnya ketemu, duit yg ada di dompetku buat kalian!!!

wuahahahahaha , si Yoyo mulai masuk perangkap! hahahaha. Perangkap terus dipasang!

Bersambung.... (tunggu ya episode selanjutnya!)

23 Jun 2010

GOKILnya makan malam. Bag 1


Kejadian ini terjadi hari Rabu, tanggal 23 Juni 2010 sekitar pukul 7 malam , yaa kira-kira 2 jam sebelum saya postingkan tulisan ini disini. Peristiwa yang bener-bener bikin saya ketawa! Hahahahahaha..... Konyool pokonya! Oke langsung aja deh saya ceritakann!

Jam 6 sore kami rombongan anak kelas xi ips 1 baru pulang dari acara liburan kelas, "Berlibur ke Baturaden" (cerita di Baturaden kapan-kapan saya posting, klo sempet nulisnya tapi hehe) Ada yang langsung pulang, ada juga yang menunaikan kewajibannya sebagai muslim terlebih dahulu yaitu sholat. Setelah selesai sholat maghrib berjamaah di mushola sekolah, kami (Saya, Yoyo, Sabiqun, Satria, Teguh, Imron, dan Iqbal) langsung meluncur ke tempat mi ayam favorit di sebelah Mesjid Agung Kebumen untuk mengisi perut yang lapar. Ternyata eh ternyata tempat itu lagi rame, hal itu membuat kami terpaksa menunggu agak lama.

Biarpun menunggu lama tapi akhirnya kami bisa menyantap mi ayam favorit kami. Kenyang kenyang kenyang...! (sebenernya sih masih kurang, hahaha) Nah saatnya membayar, dan inilah penyebab yg bikin cerita ini jadi konyool kedepannya! Ketika semua teman-teman saya ngumpullin uang buat bayar mi ayamnya, Yoyo ngambil duiit terus naroh dompetnya di atas meja makan dan dia langsung ngeluyur pergi gitu aja. Wuidiih parah beneerrr, lupa apa sengaja ditinggal tuh?? Mentang-mentang dah kaya kali ya?? Dompetnya asal "digeletakin" aja! Ga sadar kali klo dalam waktu 3 menit aja dompet itu bisa raib!! Wah paraaah paraah...

Melihat hal itu langsung aja saya ambil tuh dompetnya Yoyo. Mau langsung dibalikin tapi timbul pikiran jahil "ah jangan langsung gw balikin, mendingan gw kerjain dulu si Yoyo, biar ga sembarangan lagi kalo naroh barang berharga kaya DOMPET !" Akhirnya dompet itu saya masukin ke tas. Mi kemudian dibayar, dan teman-teman mau langsung pulang. Tapi sebelum mereka pulang saya ngaajak mereka minum es, pilihannya jatuh pada ES DOGER. Inilah setting utama peristiwa mengesankan ini! hohoho

Bersambung...... (bingung gmana nyeritainnya, tunggu lanjutannya ya..)

22 Jun 2010

Award Persahabatan


Hahaha lagi asik-asik ngomentarin tulisan temen-temen blogger eh dapet award dari sabiqunnahar, makasih ya! Tepat banget waktunya sob, dikasih award saat ga ada ide buat update blog, kan lumayan bisa jadi satu postingan, wekekekek. Eh tapi ngomong-ngomong saya kurang paham sama judul postingannya "seperti tanpa kaca" ? Kok mirip kaya iklan ya?? Ah tapi ga perduli, yg jelas terimakasih karena dah mencantumkan nama saya di urutan teratas, sebagai hadiah postinganmu bakal kebanjiran komentar dari komentator tetapmu, hahaha
 
Saya ambil award yang gambar daun aja ya. Tanya kenapa??? Soalnya tulisan di gambar yang ini lebih jelas dibaca, lagian saya juga suka kalimatnya, "a best friend is like a four leaf clover, hard to find and lucky to have" Mudah-mudahan persahabatan kita tak kan pernah pudar, bukan hanya di dunia blogging tapi juga di dunia nyata! Oke oke ?! Teruslah berkarya and Happy blogging my best friend !

17 Jun 2010

Jalur Kereta Api

Cerita ini saya dapatkan dari web andriewongso.com. Cerita ini mengajarkan kepada kita bagaimana sikap yg benar dalam mengambil keputusan. Langsung saja simak kisahnya!

Sekelompok anak kecil sedang bermain di dekat dua jalur kereta api (KA). Jalur yang pertama adalah jalur aktif yang masih sering dilewati KA, sementara jalur kedua sudah tidak aktif dan tidak pernah lagi dilewati KA. Ada seorang anak yang bermain di jalur yang tidak aktif, sementara tiga anak lainnya bermain di jalur KA yang masih aktif.

Tiba-tiba, terlihat ada kereta api yang mendekat dengan kecepatan tinggi. Dan kebetulan Anda berada di depan panel persimpangan yang mengatur arah KA tersebut.

Apakah Anda akan memindahkan arah KA tersebut ke jalur yang tidak aktif dan menyelamatkan tiga anak kecil yang sedang bermain??? Hal ini berarrti Anda mengorbankan seorang anak yang sedang bermain di jalur KA yang tidak aktif. Atau anda akan membiarkan kereta tersebut berada di jalur yang seharusnya?


Mari berhenti sejenak untuk memikirkan keputusan. Apa yang sebaiknya Anda ambil? Pikirkan baik-baik jaawaban anda dan tuliskan di kotak komentar. Setelah itu download komik Jalur Kereta Api dari andriewongso berikut dan pelajari jawaban yang benar.

12 Jun 2010

Ingin mencoba pacaran, tapi.....




Artikel ini saya kopi dari http://buletin.muslim.or.id/akhlaq/cinta-bukanlah-disalurkan-lewat-pacaran. Sengaja saya post disini sebagai catatan dan bahan renungan untuk diri saya sendiri dan mudah-mudahan memberikan manfaat bagi yg membacanya, amin..

Oleh: Muhammad Abduh Tuasikal

Cinta kepada lain jenis merupakan hal yang fitrah bagi manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah Ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Islam sebagai agama yang sempurna juga telah mengatur bagaimana menyalurkan fitrah cinta tersebut dalam syariatnya yang rahmatan lil ‘alamin. Namun, bagaimanakah jika cinta itu disalurkan melalui cara yang tidak syar`i? Fenomena itulah yang melanda hampir sebagian besar anak muda saat ini. Penyaluran cinta ala mereka biasa disebut dengan pacaran. Berikut adalah beberapa tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran.

Ajaran Islam Melarang Mendekati Zina

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isro’ [17]: 32) Dalam Tafsir Jalalain dikatakan bahwa larangan dalam ayat ini lebih keras daripada perkataan ‘Janganlah melakukannya’. Artinya bahwa jika kita mendekati zina saja tidak boleh, apalagi sampai melakukan zina, jelas-jelas lebih terlarang. Asy Syaukani dalam Fathul Qodir mengatakan, ”Apabila perantara kepada sesuatu saja dilarang, tentu saja tujuannya juga haram dilihat dari maksud pembicaraan.”

Dilihat dari perkataan Asy Syaukani ini, maka kita dapat simpulkan bahwa setiap jalan (perantara) menuju zina adalah suatu yang terlarang. Ini berarti memandang, berjabat tangan, berduaan dan bentuk perbuatan lain yang dilakukan dengan lawan jenis karena hal itu sebagai perantara kepada zina adalah suatu hal yang terlarang.

Islam Memerintahkan untuk Menundukkan Pandangan

Allah memerintahkan kaum muslimin untuk menundukkan pandangan ketika melihat lawan jenis. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Katakanlah kepada laki–laki yang beriman : ”Hendaklah mereka menundukkan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An Nuur [24]: 30)
Dalam lanjutan ayat ini, Allah juga berfirman, “Katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : “Hendaklah mereka menundukkan pandangannya, dan kemaluannya” (QS. An Nuur [24]: 31)

Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat pertama di atas mengatakan, ”Ayat ini merupakan perintah Allah Ta’ala kepada hamba-Nya yang beriman untuk menundukkan pandangan mereka dari hal-hal yang haram. Janganlah mereka melihat kecuali pada apa yang dihalalkan bagi mereka untuk dilihat (yaitu pada istri dan mahromnya). Hendaklah mereka juga menundukkan pandangan dari hal-hal yang haram. Jika memang mereka tiba-tiba melihat sesuatu yang haram itu dengan tidak sengaja, maka hendaklah mereka memalingkan pandangannya dengan segera.”

Ketika menafsirkan ayat kedua di atas, Ibnu Katsir juga mengatakan, ”Firman Allah (yang artinya) ‘katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman : hendaklah mereka menundukkan pandangan mereka’ yaitu hendaklah mereka menundukkannya dari apa yang Allah haramkan dengan melihat kepada orang lain selain suaminya. Oleh karena itu, mayoritas ulama berpendapat bahwa tidak boleh seorang wanita melihat laki-laki lain (selain suami atau mahromnya, pen) baik dengan syahwat dan tanpa syahwat. … Sebagian ulama lainnya berpendapat tentang bolehnya melihat laki-laki lain dengan tanpa syahwat.”

Lalu bagaimana jika kita tidak sengaja memandang lawan jenis?
Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku.” (HR. Muslim no. 5770)

Faedah dari menundukkan pandangan, sebagaimana difirmankan Allah dalam surat An Nur ayat 30 (yang artinya) “yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka” yaitu dengan menundukkan pandangan akan lebih membersihkan hati dan lebih menjaga agama orang-orang yang beriman. Inilah yang dikatakan oleh Ibnu Katsir –semoga Allah merahmati beliau- ketika menafsirkan ayat ini. –Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk menundukkan pandangan sehingga hati dan agama kita selalu terjaga kesuciannya-

Agama Islam Melarang Berduaan dengan Lawan Jenis

Dari Ibnu Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita kecuali jika bersama mahromnya.” (HR. Bukhari, no. 5233)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita yang tidak halal baginya karena sesungguhnya syaithan adalah orang ketiga di antara mereka berdua kecuali apabila bersama mahromnya.” (HR. Ahmad no. 15734. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan hadits ini shohih ligoirihi)

Jabat Tangan dengan Lawan Jenis Termasuk yang Dilarang

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu , Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.” (HR. Muslim no. 6925)

Jika kita melihat pada hadits di atas, menyentuh lawan jenis -yang bukan istri atau mahrom- diistilahkan dengan berzina. Hal ini berarti menyentuh lawan jenis adalah perbuatan yang haram karena berdasarkan kaedah ushul “apabila sesuatu dinamakan dengan sesuatu lain yang haram, maka menunjukkan bahwa perbuatan tersebut adalah haram”. (Lihat Taysir Ilmi Ushul Fiqh, Abdullah bin Yusuf Al Juda’i)

Meninjau Fenomena Pacaran

Setelah pemaparan kami di atas, jika kita meninjau fenomena pacaran saat ini pasti ada perbuatan-perbuatan yang dilarang di atas. Kita dapat melihat bahwa bentuk pacaran bisa mendekati zina. Semula diawali dengan pandangan mata terlebih dahulu. Lalu pandangan itu mengendap di hati. Kemudian timbul hasrat untuk jalan berdua. Lalu berani berdua-duan di tempat yang sepi. Setelah itu bersentuhan dengan pasangan. Lalu dilanjutkan dengan ciuman. Akhirnya, sebagai pembuktian cinta dibuktikan dengan berzina. –Naudzu billahi min dzalik-. Lalu pintu mana lagi paling lebar dan paling dekat dengan ruang perzinaan melebihi pintu pacaran?!

Mungkinkah ada pacaran Islami? Sungguh, pacaran yang dilakukan saat ini bahkan yang dilabeli dengan ’pacaran Islami’ tidak mungkin bisa terhindar dari larangan-larangan di atas. Renungkanlah hal ini!

Mustahil Ada Pacaran Islami

Salah seorang dai terkemuka pernah ditanya, ”Ngomong-ngomong, dulu bapak dengan ibu, maksudnya sebelum nikah, apa sempat berpacaran?”
Dengan diplomatis, si dai menjawab,”Pacaran seperti apa dulu? Kami dulu juga berpacaran, tapi berpacaran secara Islami. Lho, gimana caranya? Kami juga sering berjalan-jalan ke tempat rekreasi, tapi tak pernah ngumpet berduaan. Kami juga gak pernah melakukan yang enggak-enggak, ciuman, pelukan, apalagi –wal ‘iyyadzubillah- berzina.

Nuansa berpikir seperti itu, tampaknya bukan hanya milik si dai. Banyak kalangan kaum muslimin yang masih berpandangan, bahwa pacaran itu sah-sah saja, asalkan tetap menjaga diri masing-masing. Ungkapan itu ibarat kalimat, “Mandi boleh, asal jangan basah.” Ungkapan yang hakikatnya tidak berwujud. Karena berpacaran itu sendiri, dalam makna apapun yang dipahami orang-orang sekarang ini, tidaklah dibenarkan dalam Islam. Kecuali kalau sekedar melakukan nadzar (melihat calon istri sebelum dinikahi, dengan didampingi mahramnya), itu dianggap sebagai pacaran. Atau setidaknya, diistilahkan demikian. Namun itu sungguh merupakan perancuan istilah. Istilah pacaran sudah kadong dipahami sebagai hubungan lebih intim antara sepasang kekasih, yang diaplikasikan dengan jalan bareng, jalan-jalan, saling berkirim surat, ber SMS ria, dan berbagai hal lain, yang jelas-jelas disisipi oleh banyak hal-hal haram, seperti pandangan haram, bayangan haram, dan banyak hal-hal lain yang bertentangan dengan syariat. Bila kemudian ada istilah pacaran yang Islami, sama halnya dengan memaksakan adanya istilah, meneggak minuman keras yang Islami. Mungkin, karena minuman keras itu di tenggak di dalam masjid. Atau zina yang Islami, judi yang Islami, dan sejenisnya. Kalaupun ada aktivitas tertentu yang halal, kemudian di labeli nama-nama perbuatan haram tersebut, jelas terlalu dipaksakan, dan sama sekali tidak bermanfaat.

Pacaran Terbaik adalah Setelah Nikah

Islam yang sempurna telah mengatur hubungan dengan lawan jenis. Hubungan ini telah diatur dalam syariat suci yaitu pernikahan. Pernikahan yang benar dalam Islam juga bukanlah yang diawali dengan pacaran, tapi dengan mengenal karakter calon pasangan tanpa melanggar syariat. Melalui pernikahan inilah akan dirasakan percintaan yang hakiki dan berbeda dengan pacaran yang cintanya hanya cinta bualan.

Dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami tidak pernah mengetahui solusi untuk dua orang yang saling mencintai semisal pernikahan.” (HR. Ibnu Majah no. 1920. Dikatakan shohih oleh Syaikh Al Albani)
 
Kalau belum mampu menikah, tahanlah diri dengan berpuasa. Rasulullah shallalahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mampu untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu bagaikan kebiri.” (HR. Bukhari dan Muslim)
 
Ibnul Qayyim berkata, ”Hubungan intim tanpa pernikahan adalah haram dan merusak cinta, malah cinta di antara keduanya akan berakhir dengan sikap saling membenci dan bermusuhan, karena bila keduanya telah merasakan kelezatan dan cita rasa cinta, tidak bisa tidak akan timbul keinginan lain yang belum diperolehnya.”

Cinta sejati akan ditemui dalam pernikahan yang dilandasi oleh rasa cinta pada-Nya. Mudah-mudahan Allah memudahkan kita semua untuk menjalankan perintah-Nya serta menjauhi larangan-Nya. Allahumma inna nas’aluka ’ilman nafi’a wa rizqon thoyyiban wa ’amalan mutaqobbbalan.

Begitulah  tinjauan syari’at Islam mengenai pacaran. Bagaimana menurut teman-teman?? Silahkan tulis pendapatnya di kotak komentar, saya sangat mengharapkan partisipasi dari anda

10 Jun 2010

Hati-hati kalo bercanda di facebook!

Pada postingan ini saya akan sharing mengenai pengalaman yang baru saja saya alami di facebook. Tadi pagi, saya dan teman-teman admin komunitas blogger smansa (Surya, Satria, Handy, Sabiqun) sedang berkumpul untuk membahas pemilihan badge yg akan dipasang di blog sebagai identitas dari blogger smansa kebumen. Lagi asyik berdiskusi dan bertukar pikiran tiba-tiba muncul masalah. Bagaimana cara membuat polling di facebook?? wah kebingungan pun melanda. Dan pilihan akhirnya adalah...., tanya om google!

Ternyata ada banyak cara membuat polling di facebook. Tapi sayangnya banyak juga yang gagal dipraktekan. Untuk mengurangi kejenuhan, kami bermain-main dengan facebook sebentar. Dihome Surya, ada teman sekelas kami yang baru saja update status. Dia perempuan, sebut saja namanya Bintang.

Melihat fotonya yang cukup mempesona, kami pun mengomentari (lewat lisan, belum ditulis di wallnya).

Saya : fotonya cantik ya
teman-teman : iya
saya : tapi gayanya kaya ja***y
teman-teman : hahahaha keliatannya si gitu
satria : wah pantesan banyak yang ngomong klo jjadi pacarnya pasti seneng terus dan h***y terus, wakakak

Kemudian tiba-tiba Surya menulis di wall Bintang apa yg baru saja kita obrolkan, "muka lu kaya j***y". Melihat hal itu, Satria berkomentar.

satria : heh berani banget kamu nulis begiitu di wallnya.
saya : nulis apa?
satria : liat tuh (sambil menunjuk ke laptop)
saya dan yg lain : wew, gila lu berani bener!
satria : surya kan pendiem jadi berani dia. lagian bintang ga bakal marah klo surya yg bercanda, hahaha
temen-temen : mungkin, hahaha (semua tertawa)

Setelah pikiran lebih fresh, saya dan teman-teman melanjutkan pembicaraan awal, yakni membahas pemilihan badge blogger smansa. Polling berhasil dibuat. Sekarang saatnya mengirim surat ke semua member group komunitas blogger smansa di facebook. Belum selesai menulis surat ada dua orang temen cewe yang dateng.

mereka : eh Sur, kamu keterlaluan banget ya! kasian dia tahu. lagi ngedrop kok malah digituin. nangis tau dia!
kita : eh ? nangis?? becandaan doang kok.
mereka : kalian jahat! minta maaf sana! (kemudian pergi)

Selang beberapa menit gantian pacarnya Bintang yang dateng. Nah loh! Saya dan yang lain mulai berdebar, deg-degan, tapi tetap tenang. Dari keajauhan pacarnya memanggil Surya. Tapi kami menyuruh agar dia yang mendatangi kami. Dia datang.

si pacar : heh Sur, maksudmu apa nulis-nulis kaya gitu? Cari masalah apa?
Melihat Surya sendirian yang jadi sasaran, kami mencoba membela Surya.
kami : becanda doang si. sante aja
si pacar : ya becanda becanda tapi jangan kelewatan dong. pikirin jg perasaan orang yang kalian jadiin bahan percandaan! Siapa yang ngetik tadi?
kami : udah deh ga peduli siapa aja yang ngetik, kita semua yang salah. dimana bintang? kita mau minta maaf.

Kami kemudian menuju lobi sekolah untuk menemui Bintang dan meminta maaf. Sialnya teman-teman yg lain ga ada yang berani membuka percakapan jadi saya harus memberanikan diri untuk memulai. Lebih sialnya lagi, ada cewe yang saya sukai di lobi. Waduuh, gawat ini, menimbulkan image buruk! Wah pasti pandangan dia thp saya jadi buruk nih, sial sial sial, tapi biarlah yang penting minta maaf dulu.

Cukup lama juga dilobi. Bintang ga langsung memaafkan. Dia bilang kalo hatinya bener-bener sakit dengan perlakuan kami. Haduh haduh..., ternyata perempuan itu sangat sensitif! Niatnya menyegarkan pikiran dari kejenuhan, eh dianggepnya serius. Atau emang kami yang keterlaluan ya?? Temen lagi ngedown kok malah dijailin, hahaha Tapi kan kita ga tau kalo Bintang lagi ngedown...

Yang jelas, yang bisa saya jadikan pelajaran adalah "RACUN facebook + TAJAMnya kata-kata bisa menjadi virus yg mematikan, memicu konflik dan permusuhan, menimbulkan fitnah, dan sangat mungkin menyakiti hati seseorang" So, berhati-hatilah dalam menggunakan facebook dan jagalah selalu ucapan dan perkataan. Jangan sampai kesalahan seperti yg saya alami terjadi juga pada anda!

Dan  buat Bintang, maaf yah kami bener-bener ga ada niat buat ngatain kamu apalagi nyakitin hatimu. Sekali lagi maaf, mudah2an kamu bisa maafin kita-kita, amin.. tambahan, jngan terlalu sensitif, nanti dikira lagi datang bulan lho, hahahah

9 Jun 2010

Guru Melarang Siswa Mencontek ?? Tidak 100% Benar !

Perbuatan menyontek sangat dekat dengan kehidupan dan keseharian seorang pelajar. Setiap pelajar pasti pernah menyontek. Mulai dari pelajar SD sampai pelajar SMA tak lepas dari yang namanya mencontek. Kegiatan tidak terpuji ini sudah menjadi kebiasaan dikalangan pelajar sehingga telah mendarah daging dan sulit untuk dihilangkan.

Apakah guru-guru disekolah sudah berusaha untuk memberantas kebiasaan mencontek ? ?
Para guru di berbagai sekolah termasuk juga guru di sekolah saya selalu mengimbau kepada anak didiknya supaya tidak menyontek dalam setiap ulangan yang diselenggarakan. Tidak hanya mengimbau, mereka juga berkali-kali melarang siswa-siswinya untuk mencontek bahkan ada beberapa diantara para guru yang memberikan sanksi kepada muridnya yang ketahuan menyontek. Upaya yang bagus tentunya!

Tapi jika memang benar seperti itu, mengapa masih banyak juga siswa yang menyontek? Mengapa juga masih sering ditemukan siswa-siswi yang membicarakan strategi contek-menyontek yg baru saja digunakan seusai ujian? Mereka seakan tak pernah jera dengan perbuatan yang dinamakan mencontek ini.

Fakta dari pengalaman saya selama menjalani Ulangan Harian (UH) Ujian Kenaikan Kelas (UKK)
Kalau saya amati, imbauan dan larangan dari guru kepada muridnya agar tidak mencontek tidak 100% benar. Mereka para guru tidak benar-benar berupaya untuk memberantas contek-mencontek. Mereka hanya berbicara tanpa ada tindakan (meskipun tidak semua guru seperti itu).

Berdasarkan pengalaman saya pibadi sewaktu UH dan UKK, pengawas menjadi faktor utama yang menentukan keberhasilan siswa menyontek. Bila pengawasnya tegas, tajam dan berani bertindak, maka siswa akan berpikir dua kali untuk menyontek. Kemungkinan siswa untuk menyontek pun menjadi sangat kecil. Dan akhirnya tidak akan ada yg berani menyontek. Lain halnya dengan pengawas yang tidak melaksanakan tugasnya dengan baik, yakni mengawasi siswa. Itu jelas memberikan kesempatan pada siswa untuk melancarkan aksinya. Dan guru yg seperti itulah yg keliatannya melarang tapi pada hakikatnya membolehkan.

Jadi kalau memang menyontek itu dilarang dan ingin diberantas, seharusnya guru-guru di sekolah melakkukan koreksi terhadap diri mereka sendiri. Sekali lagi jika memang mencontek 100% dilarang dan ingin diberantas! Jangan hanya menasehati dan mengimbau tapi tak ada aksi nyata !

Apakah seorang guru pantas disebut sebagai pengawas ujian jika ia hanya sibuk dengan kegiatannya sendiri? Sibuk ngobrol lah, sibuk ngoreksi lah, sibuk baca buku, koran majalah, sibuk nelpon, dan sibuk-sibuk yang lain.  Mana kesungguhanmu memberantas "kejahatan" wahai bapak dan ibu guru, para pahlawan tanpa tanda jasa yg memiliki misi mendidik generasi muda untuk kemajuan bangsa?? Kapan mau majunya kalo budaya "curang" masih melekat di dunia pendidikan? Pantesan banyak orang-orang yang lulus dari lembaga pendidikan ternama, eh kelakuannya bejat, curang curang curang, KORUPSI! 

Ooo, mungkin menyontek itu emang boleh kali ya?? Nyontek itu engga curang kali, orang nyontek cuman hal kecil ini??

*Sekedar sharing apa yang ada di pikiranku

8 Jun 2010

About This Blog


Blog ini punya sejarah yang lumayan panjang. Mulai dari dibuatnya sampai sekarang. Mungkin umur Catatan Lixzz ini sudah lebih tua dari blog kamu. Tapi walaupun lebih tua saya yakin blog kamu-kamu lebih oke dibanding ini. Blog ini pertama kali dibuat tahun 2007, waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SMP dan masih baru dalam hal internet. Pak Adam lah orang yang pertama kali mengajari saya cara membuat blog. Dia adalah guru mapel TIK waktu itu.

Banyak perubahan yang terjadi selama 3 tahun ini (tapi yang berubah cuma judul dan templatenya). Awalnya lixzz.co.nr punya judul Lixzz25, kemudian berganti menjadi Iseng Aja, ganti lagi jadi Bukan Lagi Iseng Aja, dan sekarang mantap dengan judul Catatan Lixzz.

Masa-masa Lixzz25
Ini judul yang paliiing pertama dari blog lixzz.co.nr. Karena bingung mau ngasih judul apa, ya jadinya make nama lixzz + 25. Lixzz itu berasal dari cholik (nama panggilan yang punya blog) yang diambil 3 huruf belakangnya dan sedikit dimodif. Lik hasil modifan transform jadi Lixzz. Angka 25 itu tanggal lahir si empunya blog. Klo digabung jadinya Lixzz25  

Berhubung dulu niatnya cuman karena tugas, jadi isi blognya cuman kopas doang, artikelnya juga dikit banget, kalo ga salah dulu cuman ada 4 postingan dan semuanya hanyalah tugas dari sang guru. Setelah penilaian blog selesai, saya ga pernah ngurus blog lagi. Sampe...

Masa-masa Iseng Aja
Sampe kelas satu SMA tiba-tiba muncul hasrat untuk berblogging. Judul blog saya ganti jadi Iseng Aja karena emang niatnya ngeblog cuman buat iseng di waktu luang.Pada masa ini saya mulai mengenal berbagai macam tips, trik, dan tutorial untuk mempercantik blog. Juga pada masa inilah saya mulai mengetahui tentang blog monetizing, so saya nyoba-nyoba masang ppc advertising di blog iseng aja.

Sedikitnya ide menulis membuat saya malas untuk mengupdate tulisan, dan Iseng Aja akhirnya berhenti..

Masa-masa Bukan Lagi Iseng Aja
Enam bulan berjalan tanpa ada pembaruan postingan. Hingga bulan april ketika saya beli modem barulah saya mulai blogging kembali. Judul blog pun lagi-lagi diganti. Bukan Lagi Iseng Aja adalah judul yang saya pilih. Kenapa Bukan Iseng Aja ? Klo dulu niatnya ngeblog cuman buat iseng aja di waktu luang, yang sekarang bukan lagi sekedar iseng tapi sudah menikmati kegiatan blogging

Masa-masa Catatan Lixzz
Blog ini punya sejarah yang lumayan panjang. Mulai dari dibuatnya sampai sekarang. Mungkin umur Catatan Lixzz ini sudah lebih tua dari blog kamu. Tapi walaupun lebih tua saya yakin blog kamu-kamu lebih oke dibanding ini. Blog ini pertama kali dibuat tahun 2007, waktu itu saya masih duduk di kelas 3 SMP dan masih baru dalam hal internet. Pak Adam lah orang yang pertama kali mengajari saya cara membuat blog. Dia adalah guru mapel TIK waktu itu.

Banyak perubahan yang terjadi selama 3 tahun ini (tapi yang berubah cuma judul dan templatenya). Awalnya lixzz.co.nr punya judul Lixzz25, kemudian berganti menjadi Iseng Aja, ganti lagi jadi Bukan Lagi Iseng Aja, dan sekarang mantap dengan judul Catatan Lixzz.

Masa-masa Lixzz25
Ini judul yang paliiing pertama dari blog lixzz.co.nr. Karena bingung mau ngasih judul apa, ya jadinya make nama lixzz + 25. Lixzz itu berasal dari cholik (nama panggilan yang punya blog) yang diambil 3 huruf belakangnya dan sedikit dimodif. Lik hasil modifan transform jadi Lixzz. Angka 25 itu tanggal lahir si empunya blog. Klo digabung jadinya Lixzz25  

Berhubung dulu niatnya cuman karena tugas, jadi isi blognya cuman kopas doang, artikelnya juga dikit banget, kalo ga salah dulu cuman ada 4 postingan dan semuanya hanyalah tugas dari sang guru. Setelah penilaian blog selesai, saya ga pernah ngurus blog lagi. Sampe...

Masa-masa Iseng Aja
Sampe kelas satu SMA tiba-tiba muncul hasrat untuk berblogging. Judul blog saya ganti jadi Iseng Aja karena emang niatnya ngeblog cuman buat iseng di waktu luang.Pada masa ini saya mulai mengenal berbagai macam tips, trik, dan tutorial untuk mempercantik blog. Juga pada masa inilah saya mulai mengetahui tentang blog monetizing, so saya nyoba-nyoba masang ppc advertising di blog iseng aja.

Sedikitnya ide menulis membuat saya malas untuk mengupdate tulisan, dan Iseng Aja akhirnya berhenti..

Masa-masa Bukan Lagi Iseng Aja
Enam bulan berjalan tanpa ada pembaruan postingan. Hingga bulan april ketika saya beli modem barulah saya mulai blogging kembali. Judul blog pun lagi-lagi diganti. Bukan Lagi Iseng Aja adalah judul yang saya pilih. Kenapa Bukan Iseng Aja ? Klo dulu niatnya ngeblog cuman buat iseng aja di waktu luang, yang sekarang bukan lagi sekedar iseng tapi sudah menikmati kegiatan blogging

Masa-masa Catatan Lixzz
Menikmati blogging selama dua bulan membuat saya ingin menganti judulnya lagi, haha
Setelah bisa merasakan "asiknya" ngeblog, saya akhirnya sudah menemukan tujuan yg jelas dari pembuatan lixzz.co.nr. Blog ini akan saya jadikan sebagai "catatan" dari hal-hal yg menurut saya berkesan (untuk saya sendiri) dan bermanfaat (bagi saya dan orang lain). Oleh karena itu, sekarang blog ini saya beri judul Catatan Lixzz yg berisi catatan pribadi, catatan motivasi, catatan humor, dan catatan lainnya.

Jadi proses yg dialami lixzz.co.nr adl :

1. lixzz25 ==> hanya untuk tugas
2. Iseng Aja ==> Iseng-iseng buat ngisi waktu luang
3. Bukan Iseng Aja ==> bukan cuma iseng tapi sudah menjadi kegiatan yg dinikmati
4. Catatanku ==> catatan berbagai hal yang sudah saya ketahui. Seperti buku catatan disekolah yg selalu mencatat kejadian-kejadian yg diajarkan sang guru, Catatanku juga mencatat hal-hal yg telah diajarkan oleh berbagai guru (pengalaman, guru beneran disekolah, buku)

Setelah melalu proses yg cukup panjang, semoga lixzz.co.nr ga ganti-ganti judul lagi, hahaha
Enjoy this blog, keep smile, and happy blogging !

Menikmati blogging selama dua bulan membuat saya ingin menganti judulnya lagi, haha
Setelah bisa merasakan "asiknya" ngeblog, saya akhirnya sudah menemukan tujuan yg jelas dari pembuatan lixzz.co.nr. Blog ini akan saya jadikan sebagai "catatan" dari hal-hal yg menurut saya berkesan (untuk saya sendiri) dan bermanfaat (bagi saya dan orang lain). Oleh karena itu, sekarang blog ini saya beri judul Catatan Lixzz yg berisi catatan pribadi, catatan motivasi, catatan humor, dan catatan lainnya.

Jadi proses yg dialami lixzz.co.nr adl :

1. lixzz25 ==> hanya untuk tugas
2. Iseng Aja ==> Iseng-iseng buat ngisi waktu luang
3. Bukan Iseng Aja ==> bukan cuma iseng tapi sudah menjadi kegiatan yg dinikmati
4. Catatanku ==> catatan berbagai hal yang sudah saya ketahui. Seperti buku catatan disekolah yg selalu mencatat kejadian-kejadian yg diajarkan sang guru, Catatanku juga mencatat hal-hal yg telah diajarkan oleh berbagai guru (pengalaman, guru beneran disekolah, buku)

Setelah melalu proses yg cukup panjang, semoga lixzz.co.nr ga ganti-ganti judul lagi, hahaha
Enjoy this blog, keep smile, and happy blogging !

5 Jun 2010

8 Tips menjadi bahagia di tengah masalah

Hari-hari yang dijalani manusia tidak selalu mulus. Adakalanya diperjalanan menuju kesuksesan seseorang akan menghadapi masalah. Masalah-masalah yang membuat hati ingin menangis, masalah-masalah yang datang silih berganti, yang semua itu hanya akan membawa kesedihan. Melalui tulisan ini saya akan sharing tentang tips menjadi bahagia di tengah masalah , yang saya dapatkan dari berbagai artikel, film, audiobook, dan ebook. Coba dipraktekan ya!

1. Cobalah untuk mengubah cara pandangmu terhadap sesuatu
Kebanyakan orang ketika mendapatkan masalah selalu memikirkan masalah itu sendiri. Cobalah rubah cara pandang kamu dengan memikirkan jalan keluar/penyelesaian yang mungkin dari masalah itu. Lihatlah sisi baik dan positif dari setiap situasi. Setiap sesuatu tentunya memiliki sisi negatif dan positif kan? Pikirkan apa sisi positif yang bisa kamu ambil untuk menguatkan dirimu.


 

Tulisan Terakhir

Komentar Terakhir

Info Site



Google PageRank Checker

Free Domain Name - www.YOU.co.nr!

Followers

Catatan Lixzz Copyright © 2009 Blogger Template Designed by Bie Blogger Template